SMK Saraswati rekrut tenaga kerja >> Solopos, Jumat Wage (16 Februari 2007)
Salatiga (Espos)
Peralatan pendukung di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Saraswati dinilai masih kurang. Demikian ungkap Kepala SMK Saraswati, Drs. Sugiman, kepada Espos, Rabu (14/2). Meski demikian, sambungnya, kekurangan itu dapat ditambal dengan kemampuan sekolah tersebut dengan menyediakan sistem pembelajaran komprehensif.
"Yang jelas, setiap tahun kami berusaha mencicil untuk menyediakan peralatan. Beberapa waktu lalu, kami telah membeli empat mesin bubut dengan biaya sendiri," ujar dia. Saat ini, SMK Saraswati masih kekurangan perlatan berupa satu unit computer numerically controlled (CNC) untuk mendukung keterampilan perbengkelan para siswa.
Untuk meningkatkan kualitas sekolah, pihaknya juga melengkapi fasilitas sekolah dengan keberadaan Bursa Kerja Khusus (BKK). Pada akhir pekan lalu, BKK tersebut menggelar rekrutmen tenaga kerja untuk ditempatkan di PT Sayap Mas Utama, Jakarta, salah satu perusahaan yang tergabung dalam Wings Group. "BKK kami bergerak, mencari dan berusaha menyalurkan siswa agar dapat dengan mudah ditempatkan menjadi tenaga kerja."
Rekrutmen tenaga kerja itu meliputi dua jurusan, Teknik Industri dan Listrik. Jumlah pendaftar tercatat 150 orang, terdiri atas kelas III dan beberapa alumnus sekolah itu. Namun pihak perusahaan hanya memeperbolehkan 110 orang untuk ikut tes.
BKK SMK Saraswati berada di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (Disnakertras & Permas) Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga. Lembaga ini dibentuk untuk membuka jalan kepada siswa sekolah agar lebih mudah bekerja.
Materi tes rekrutmen, menurut Sugiman, meliputi tes tertulis dan wawancara yang digelar dalam dua hari. |